Dosen dan Riset FKIP Untan Jadi Narasumber Dialog Publik TVRI Kalbar, Bahas Isu Pendidikan Perbatasan

✍️ Admin 📅 08 August 2026 👁️ 32 dilihat

PONTIANAK - Perwakilan akademisi dari Unit Riset Pendidikan Multikultural dan Perbatasan FKIP Universitas Tanjungpura (Untan) dipercaya menjadi narasumber dalam program Dialog Publik yang disiarkan oleh TVRI Kalimantan Barat. Acara berdurasi satu jam tersebut mengangkat tema "Isu-Isu Penting Pendidikan di Daerah Perbatasan" dan disiarkan secara langsung pada Senin, 13 Januari 2025, pukul 15.00–16.00 WIB.

Kegiatan yang dipandu oleh Nurul sebagai pembawa acara ini menghadirkan dua narasumber utama untuk mengupas tuntas potret pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Narasumber pertama adalah Iwan Ramadhan, M.Pd., selaku Ketua Unit Riset Pendidikan Multikultural dan Perbatasan FKIP Untan sekaligus dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi. Sementara itu, narasumber kedua adalah Rendi Fahrizal, S.Pd., yang merupakan Founder dari gerakan Bina Pendidikan Kita Kalimantan Barat.

Dalam sesi diskusi tersebut, Iwan Ramadhan, M.Pd. menyampaikan pandangan akademisnya mengenai pentingnya pendekatan multikultural serta pemetaan riset berbasis konteks lokal di wilayah terluar. Ia menekankan bahwa perumusan kebijakan pendidikan di daerah perbatasan tidak bisa disamaratakan dengan kawasan perkotaan, melainkan harus adaptif terhadap realitas keberagaman budaya dan kearifan lokal setempat.

Pada kesempatan yang sama, Rendi Fahrizal, S.Pd. melengkapi pembahasan dengan membagikan sudut pandang praktis dari pengalaman gerakan komunitas di lapangan. Ia memaparkan berbagai tantangan nyata yang dihadapi para peserta didik dan pendidik di garis batas negara, mulai dari persoalan aksesibilitas, keterbatasan sarana prasarana, hingga perlunya dukungan dorongan motivasi bagi anak-anak di perbatasan.

Partisipasi aktif Dosen Pendidikan Sosiologi FKIP Untan dalam tayangan ini menjadi bukti nyata kontribusi akademisi kampus dalam memberikan sumbangsih pemikiran bagi kemajuan daerah. Melalui hadirnya para pakar di ruang publik, diharapkan wacana serta formulasi solusi bagi masalah pendidikan di garis terdepan Nusantara dapat semakin terdengar luas dan memantik aksi nyata dari berbagai pemangku kepentingan.

← Kembali ke Daftar Berita