Bedah Akar Masalah Penyalahgunaan Narkoba, Dosen Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN Diamanahkan Jadi Pemateri Bimbingan Teknis P4GN

✍️ Admin 📅 08 August 2026 👁️ 26 dilihat

Program Studi Pendidikan Sosiologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Tanjungpura (UNTAN) kembali menunjukkan peran aktifnya dalam merespons isu-isu sosial strategis di masyarakat. Pada tanggal 29 hingga 30 Juli 2026, jajaran dosen Pendidikan Sosiologi UNTAN ditunjuk sebagai perwakilan pemateri dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penggiat Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) untuk Kelompok Masyarakat dan Komunitas Anti Narkoba. Kegiatan yang berlangsung khidmat di Aula Kecamatan Pontianak Utara ini mengusung tema utama "Analisis Sosial" sebagai kerangka acuan dalam menguatkan peran masyarakat meredam ancaman narkoba.

Dalam pemaparannya, tim dosen Pendidikan Sosiologi FKIP UNTAN menekankan pentingnya pendekatan sosiologis untuk mengkaji dan memahami dinamika fenomena penyalahgunaan narkoba yang terjadi di tengah masyarakat. Penyalahgunaan narkoba tidak hanya dipandang sebagai pelanggaran hukum atau masalah individu semata, melainkan sebagai persoalan kompleks yang berkaitan erat dengan struktur sosial, pola interaksi, serta kerentanan lingkungan. Melalui materi analisis sosial, para peserta diajak untuk melatih kepekaan dalam membaca gejala sosial, mengidentifikasi faktor penyebab maraknya peredaran gelap narkoba di tingkat lokal, serta melakukan pemetaan wilayah rawan secara komprehensif.

Tidak berhenti pada tahap pemetaan, materi yang disajikan juga membekali para penggiat P4GN dengan metodologi pengambilan keputusan dan perumusan rekomendasi kebijakan berbasis data lapangan. Keterlibatan aktif akademisi Pendidikan Sosiologi ini menjadi bukti nyata kontribusi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam memperkuat kapasitas kelompok masyarakat dan komunitas anti narkoba di Pontianak Utara. Melalui pembekalan analisis sosial ini, diharapkan para penggiat mampu merancang program pencegahan yang lebih presisi, berbasis kearifan lokal, serta efektif dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang bersih dari narkoba secara berkelanjutan.

← Kembali ke Daftar Berita